Alhamdulillah...Akhirnya...

Alhamdulillah...akhirnya dapat templates yang diinginkan.... pink painter..hahahha...

Perempuan...biasalah...suka pink....

Malam ni ada kenduri...

Wow banyak orang datang rumah....

Esok bapa n acid nak pergi KL....

Ada orang sambung study...hahahhaha

Sabo jer la cid....

Moga-moga satu hari nanti u will appreciate it...

Ni saja-saja menulis malam-malam...

Tangan dah gatal nak menulis.....

Cukupla..esok-esok kalau ada masa saya post crt...k...

Assalamulaikum..... terima kasih atas segalanya


                                          Gambar yang tidak berkaitan. Sekadar hiasan ^_^

Mengapa Mengeluh?



Kita selalu bertanya dan al-Quran telah menjawabnya. 

Kita bertanya: Kenapa aku diuji?

Quran menjawab, "Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan."Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta." (Surah al-Ankabut: 2-3)


Kita bertanya: Kenapa aku tidak dapat apa yang aku idam-idamkan?

Quran menjawab, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah al-Baqarah: 216)


Kita bertanya: Kenapa ujian seberat ini?

Quran menjawab, "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Surah al-Baqarah: 286)


Kita bertanya: Kenapa kita rasa kecewa?

Quran menjawab, "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman."(Surah Ali Imran: 139)


Kita bertanya: Bagaimana harus aku menghadapinya?

Quran menjawab, "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang, dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (Surah al-Baqarah: 45) 


Kita bertanya: Kepada siapakah harus aku berharap?

Quran menjawab, "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya kepadaNya aku bertawakal." (Surah at-Taubah: 129)


Kita bertanya: Apa yang aku dapat daripada semua ujian ini?

Quran menjawab, "Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka." (Surah at-Taubah: 111)


Kita berkata: Aku sedih!

Quran menjawab, "Dan demikianlah keadaan hari-hari (kejayaan dan kesedihan) Kami pergilirkan di antara manusia (supaya menjadi pengajaran)." (Surah Ali Imran: 140)


Kita berkata: Aku tak tahan!

Quran menjawab, "...dan janganlah kamu berputus asa dengan rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."(Surah Yusuf: 87)


Kita berkata: Sampai bilakah aku akan merana begini?

Quran menjawab, "Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Surah al-Insyirah: 5-6)






Orang yang paling kuat sebenarnya adalah orang yang sabar. Tanpa kesabaran yang ditunjangi akal waras dan iman kental, kita pasti tidak dapat bangkit apabila menerima pukulan takdir. Walhal sesuatu bala itu juga nikmat buat kita, hambaNya. Tegal di sebalik musibah yang menimpa, jarang sekali kita mengintai hikmahnya.




Ayat Seribu Dinar


"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." 
(Surah at-Talaq: 2-3)


Nota: Artikel ini diulang siar.











Sumber: Dipetik daripada Curahan Cinta Niagara karya Maya Iris. 



www.iluvislam.com




Why do we read quran, even when we do not understand even a single arabic word?










Baru sahaja saya selesai membaca sebuah karangan dari sebuah blog. Bagi mengelakkan karangan ini dari ditokok tambah saya copy cerita ini agar mesej yang ingin disampaikan daripada kisah ini tidak lari dari mesej asal. Di harapkan anda memahami serta mengambil iktibar daripada cerita ini dan semoga kita semua rajin membaca Al-Quran hari demi hari. Amin..



Sebuah tulisan tua dari internet. Mungkin anda pernah membacanya. Judulnya adalah: Why do we read quran, even when we do not understand even a single arabic word? Sebuah tulisan indah yang amat menyentuh hati yang saya coba terjemahkan dengan judul di atas: Mengapa membaca al Qur’an ketika kita tak mengerti artinya?


Alkisah, hiduplah seorang muslim tua bersama seorang cucunya di sebuah pegunungan di bagian timur Kentucky, Amerika.Sang kakek biasa membaca Qur’an selepas sholat shubuh setiap hari. Sang cucu berusaha meniru setiap tingkah laku kakeknya.


Suatu hari, ia bertanya: “Kek! Aku berusaha membaca Qur’an seperti dirimu tetapi aku tidak mengertiisinya. Jikapun ada sedikit yang kupahami, ia akan terlupakan setiap kali aku menutup kitab itu. Lalu, apa gunanya aku membacanya?”


Dengan perlahan sang kakek membalikkan badan dan berhenti dari memasukkan batu bara ke dalam tungku pemasak. Ia menjawab: “Ambillah keranjang ini, bawalah ke sungai di bawah sana dan bawakan untukku sekeranjang air!”


Sang cucu membawa keranjang hitam penuh jelaga batu bara tersebut ke sungai dan mengambil air. Namun air itu telah habis menetes sebelum sampai ke rumah. Sang kakek tertawa dan meminta sang cucu agar mencobanya sekali lagi: “Mungkin engkau harus lebih cepat membawa airnya kemari.”


Sang cucu berusaha berlari, namun tetap saja air itu lebih cepat keluar dari keranjang sebelum sampai ke rumah. Dengan terengah-engah ia pun mengatakan kepada sang kakek bahwa tidak mungkin mengambil air dengan keranjang. Sebagai gantinya ia akan mengambil air dengan ember.


“Aku tidak perlu satu ember air, yang kuinginkan adalah sekeranjang air!” jawab sang kakek. “Kau saja yang kurang berusaha lebih keras,” timpal sang kakek sambil menyuruhnya mengambil air sekali lagi. Sang kakek pun pergi ke luar rumah untuk melihat usaha sang cucu.


Kali ini sang cucu sangat yakin bahwa tidak mungkin membawa air menggunakan keranjang. Namun ia berusaha memperlihatkan kepada sang kakek bahwa secepat apapun ia berlari, air itu akan habis keluar dari keranjang sebelum ia sampai ke rumah. Kejadian yang sama berulang. Sang cucu sampai kepada kakeknya dengan keranjang kosong. “Lihatlah Kek! Tidak ada gunanya membawa air dengan keranjang.” katanya.


“Jadi, kau pikir tidak ada gunanya?”, sang kakek balik bertanya. “Lihatlah keranjang itu!” pinta sang kakek.


Ketika sang cucu memperhatikan keranjang itu sadarlah ia bahwa kini keranjang hitam itu telah bersihdari jelaga, baik bagian luar maupun dalamnya, dan terlihat seperti keranjang baru.


“Cucuku, demikianlah yang terjadi ketika engkau membaca al Qur’an. Engkau mungkin tidak mengerti atau tidak bisa mengingat apa yang engkau baca darinya. Namun ketika engkau membacanya, engkau akan dibersihkan dan mengalami perubahan, luar maupun dalam. Itulah kekuasaan dan nikmat Allah kepada kita!”




Kadang
                
               kala 
                          
                                                     berdiam 
                                           
                                          diri 
                                                   
                    adalah 
                                                                 
                                                                      solusi  
                                                                                  
                                         terbaik..........